Senin, 26 Oktober 2009

tips mendesain web

Sering kita temui website yang tipikal: “Welcome to my homepage,” animasi e-mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas Template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: FrontpageT, Corel WebDesignerT, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah penggunanya dalam membangun website.

Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai disini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana Web Designer membangun suatu Website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.

  1. Unik : Dalam membuat karya apapun seorang designer mempunyai kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu pula seorang Web Designer harus mempunyai budaya malu untuk menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat oleh orang lain.
  2. Komposisi : Seorang Web Designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya. Pergunakan selalu Palette 216 WebColor, yang dapat diperoleh dari Adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat GIF. Dalam membangun website suatu perusahaan, Web Designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan Corporate Color perusahaan tersebut. Sebagai contoh: Telkom Corporate Color-nya adalah biru, Coca-Cola : merah dan putih, Standard-Chartered : hijau dan biru, dsb. Untuk kemudian warna-warna tadi digunakan sebagai warna dominan atau sebagai elemen pendukung (garis, background, button, dsb).
  3. Simple : Web Designer banyak yang menggunakan prinsip “Keep it Simple”, hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.
  4. Semiotik : Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/ audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: Jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link.
  5. Ergonomis : Web Designer selalu memperhatikan aspek ergonomi. Ergonomi disini adalah dalam hal kenyamanan user dalam membaca dan kecepatan user dalam menelusuri website tersebut. Web Designer memilih ukuran Fonts yang tepat sehingga mudah dibaca, Web Designer menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk di akses dan lebih penting lagi adalah Informatif.
  6. Fokus : Tentukan hirarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan, misalnya: Judul harus besar, tetapi jangan sampai akhirnya akan konflik dengan subjudul yang berukuran hampir sama. Hal ini akan membingungkan user/audience untuk menentukan pesan mana yang harus lebih dahulu dibaca/ dilihat.
  7. Konsisten : Tentukan font apa yang akan digunakan sebagai Body-text, Judul, Sub Judul dan sebagainya, sehingga website tersebut akan terlihat disiplin dan rapi. Sesuaikan jenis huruf yang digunakan dengan misi dan visi website tersebut, misalnya: hindari menggunakan font Comic dalam membangun website suatu perusahaan resmi.

Demikian beberapa aspek dan prinsip yang digunakan Web Designer dalam membuat website, selebihnya merupakan ekspresi dari pembuat website itu sendiri yang terwujud dalam penggayaan penyusunan website.

Software-software pembuat suatu website

Desain : Untuk membuat desain suatu homepage biasanya para web designer dimulai dengan software ini sebagai tampilan sementara atau dalam membuat layout homepage.

  1. Adobe Photoshop : Desain berbasis titik ( bitmap )
  2. Adobe Image Ready : Memotong gambar-gambar ke dalam format html
  3. Adobe Illustrator : Desain berbasis vector
  4. CorelDraw : Desain berbasis vector
  5. Macromedia Freehand : Desain berbasis vector

Efek Desain : Hal ini dilakukan untuk menghidupkan desain yang telah kita rancang. Seperti menambah efek cahaya, textur dan manipulasi teks.

  1. Macromedia Firework : Efek teks
  2. Painter : Memberikan efek lukisan
  3. Ulead Photo Impact : Efek frame dan merancangan icon yang cantik.
  4. Plugins Photoshop : Seperti Andromeda, Alien Skin, Eye Candy, Kai’s Power Tool dan Xenofex juga sangat mendukung untuk memberi efek desain sewaktu anda mendesain layout homepage di Photoshop.

Animasi : Penambahan animasi perlu untuk membuat homepage agar kelihatan menarik dan hidup.

  1. 3D Studio Max : Untuk membuat objek dan animasi 3D.
  2. Gif Construction Set : Membuat animasi file gif
  3. Macromedia Flash : Menampilkan animasi berbasis vector yang berukuran kecil.
  4. Microsoft Gif Animator : Membuat animasi file gif
  5. Swift 3D : Merancang animasi 3D dengan format file FLASH.
  6. Swish : Membuat berbagai macam efek text dengan format file FLASH.
  7. Ulead Cool 3D : Membuat animasi efek text 3D.

Web Editor : Menyatukan keseluruhan gambar dan tata letak desain, animasi, mengisi halaman web dengan teks dan sedikit bahasa script.

  1. Alaire Homesite
  2. Cold Fusion
  3. Microsoft Frontpage
  4. Macromedia Dreamweaver
  5. Net Object Fusion

Programming : Hal ini dilakukan setelah sebagian besar desain homepage telah rampung. Programming bertugas sebagai akses database, form isian dan membuat web lebih interaktif. Contoh : Membuat guestbook, Form isian, Forum, Chatting, Portal, Lelang dan Iklanbaris.

  1. ASP ( Active Server Page )
  2. Borland Delphy
  3. CGI ( Common Gateway Interface )
  4. PHP
  5. Perl

Upload : File html kita perlu di letakkan ( upload ) di suatu tempat ( hosting ) agar orang di seluruh dunia dapat melihat homepage kita.

  1. Bullet FTP
  2. Cute FTP
  3. WS-FTP
  4. Macromedia Dreamweaver : dengan fasilitas Site FTP
  5. Microsoft Frontpage : dengan fasilitas Publish

Sound Editor : Homepage kita belum hidup tanpa musik. Untuk mengedit file midi atau wav, perlu alat khusus untuk itu.

  1. Sound Forge : Mengedit dan menambah efek file yang berformat mp3 dan wav.
  2. Cakewalk : Mengedit dan menambah efek untuk file yang berformat midi

Banyak sekali memang software untuk membuat suatu homepage dan kita tidak perlu mempelajari semua software tersebut di atas. Tapi untuk mempermudah, bagi pemula lebih baik dimulai terlebih dulu dengan mempelajari software Microsoft Frontpage atau Macromedia Dreamweaver agar lebih mengenal aturan-aturan membuat homepage dan mengenal bahasa html. Setelah itu baru Adobe Photoshop yang dipakai kebanyakan para desainer.

Langkah-langkah Membuat Homepage

Bermacam-macam langkah yang digunakan profesi web kita untuk membuat suatu homepage. Berikut ini adalah proses secara umum yang dilakukan kebanyakan profesi web di Indonesia untuk membuat web.

  1. Membuat Sketsa Desain : Desainer bisa saja menuangkan ide dalam membuat interface suatu homepage dalam bentuk sketsa di kertas dahulu. Untuk kebanyakan orang, biasanya langkah ini dilewatkan dan langsung pada langkah membuat layout desain dengan menggunakan software.
  2. Membuat Layout Desain : Setelah sketsa sudah jadi, kita menggunakan software seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Macromedia Fireworks dan Macromedia Freehand untuk memperhalus sketsa desain.
  3. Membagi gambar menjadi potongan kecil-kecil : Setelah layout desain homepage sudah jadi. File gambarb tersebut dipecah menjadi potongan kecil-kecil untuk mengoptimize waktu download. Untuk melakukan hal tersebut dapat menggunakan software Adobe Image Ready. Software ini dapat langsung memotong gambar yang besar tadi dan otomatis juga menjadikannya ke dalam format html. Langkah ini bisa saja dilewatkan bila ukuran gambar kita tidak terlalu besar.
  4. Membuat Animasi : Animasi diperlukan untuk menghidupkan homepage kita agar menarik pengunjung. Macromedia Flash dan Gif Construction Set dapat dipakai untuk melakukan hal tersebut.
  5. Membuat HTML : Setelah itu kita merapikan layout desain kita seperti menempatkan beberapa tombol dan gambar, menambah text, mengedit script HTML, membuat layout form ke dalam format HTML. Untuk itu kita perlu software HTML Editor seperti Macromedia Dreamweaver, Microsoft Frontpage dan Allaire Homesite.
  6. Programming dan Script : Untuk website e-commerce, iklan baris, lelang, database, membuat guestbook, counter dan forum diskusi. File HTML kita perlu programming untuk melakukan aktivitas semacam itu. Programming dan script ini bisa dibuat dengan menggunakan ASP, Borland Delphy, CGI, PHP, Visual Basic. Dan perlu diperhatikan bahwa programming dan script ini biasanya dilakukan setelah desain homepage kita telah jadi.
  7. Upload HTML : Setelah file kita telah menjadi html beserta gambar dan scriptnya. Kita perlu meng-upload file kita ke suatu tempat ( hosting ), agar semua orang di dunia dapat mengakses halaman html kita. Biasanya Macromedia Dreamweaver dengan fasilitas site FTP dan Microsoft Frontpage dengan Publishnya telah menyediakan fasilitas upload ini. Atau dapat menggunakan software seperti WS-FTP, Cute FTP, Bullet FTP.
  8. Homepage Pribadi : Untuk homepage pribadi atau yang sekedar ingin coba-coba biasanya setelah file html sudah jadi dapat hosting di tempat-tempat gratis, memakai guestbook dan counter gratis dan menambah macam-macam accesories dalam mempercantik homepage pribadi tersebut.

Akses MYOB Database dengan VB dan Excel

Cukup banyak pemakai program MYOB ingin bisa mengakses database MYOB untuk berbagai keperluan, misalnya untuk membuat analisa atau laporan yang belum tersedia di MYOB, tapi untuk mengakses langsung kita harus membeli lisensi ODBCDriver seharga Rp. 3.000.000, mahal ya ? dan setelah itu kita masih dihadapi kesulitan dalam membuat program untuk bisa memanfaatkan database yang telah terbuka via ODBC.

Salah satu cara yang murah tapi tidak terlalu mudah (jujur, ngga terlalu susah juga kok) adalah dengan memanfaatkan Excel dan dipadukan dengan sedikit script Visual basic lewat VBA (Visual Basic for Application) yang telah lama ada pada program Excel yang biasa kita pakai sehari-hari, yang toolsnya biasanya disebut Visual Basic Editor (VBE) dan hasilnya akhir akan berupa Macro.

Secara sederhana cara kerjanya kira-kira seperti ini :

1. Data yang akan diolah oleh Excel+VBA didapat melalui proses ekspor MYOB, tapi sebelumnya anda harus paham dulu laporan apa saja yang harus diekspor, dan kalau untuk membuat laporan atau analisa baru ini kita memerlukan beberapa data hasil ekspor, anda harus mengerti hubungan antar data hasil ekspor tersebut.
2. Hasil ekspor MYOB berupa file text (*.txt) yang bisa langsung dibuka dengan menggunakan Excel dan ditampilkan dalam sebuah Sheet. Karena memang format hasil ekspor dari MYOB secara default adalah Tab Delimited, kita tidak perlu lagi susah payah mengkonversi data hasil ekspor ini supaya bisa dibuka oleh Excel.
3. Buka data ini di Excel, kalau data hasil ekspor yang ingin dipakai lebih dari satu, gunakan Sheet yang berbeda untuk masing-masing data
4. Di Sheet berikutnya kita bisa membuat Form pengolah data dengan menggunakan Visual Basic Editor, nanti sedikit demi sedikit kita bahas dari dasar, mulai dari pengenalan apa itu VBA, I.D.Enya (Development Environtment) sampai bagaimana membuat script sederhana untuk mengolah data dari MYOB.
5. Sheet lainnya kita bisa manfaatkan untuk membuat format laporan, yang isinya akan di 'kirim' oleh Sheet pengolah data, bisa juga ditambah Sheet lainnya untuk menampilkan Grafik, karena fitur grafik di Excel sangat canggih, sayang kalau ngga dimanfaatkan.

membuat file mp3

Sebenarnya tips ini udah nggak begitu populer lagi, tapi buat yang belum tau akan cukup menarik. Bagi yang udah tau caranya, harap maklum ya.. karena ini memang ditujukan untuk yang belum tau aja, atau bagi yang selalu mengandalkan konter hape.

Akhir-akhir ini banyak konter hape yang menyediakan fasilitas bermacam-macam. Jadi nggak hanya untuk jualan hape dan voucher aja, tapi udah merambah ke bisnis lain, seperti jualan aplikasi, ringtone, dan mp3. Nah biasanya untuk aplikasi kita kena charge dari yang punya konter seharga 5000 rupiah. Dan untuk mp3 harganya cukup bervariasi, tergantung dari jumlah mp3, kualitas lagu, dan tentu lagunya itu populer apa ndak. MP3 yang ditawarkan oleh penjual itu adalah mp3 yang sudah dikompres lagi, bisa dibayangin khan? file mp3 yang merupakan kompresan, dikompres lagi ama yang jual untuk menghasilkan file yang ukurannya lebih kecil dan kualitas suara yang hampir “sama”. Parahnya kalo kompresannya ngawur, alias cuma make BitRate 24 KBits/sec. Padahal rata-rata file mp3 itu bitrate-nya 128 KBits/sec.

Nah, kita bisa bikin file kompresan sendiri, dan mengatur sendiri mau make BitRate berapa, sehingga akan menghasilkan file mp3 yang cocok dengan kita baik ukurannya dan kualitasnya. Sebelumnya saya tekankan, ni saya nyoba di ponsel Nokia yang sudah mendukung format mp3, jadi untuk ponsel jenis lain, saya blom pernah coba.

Okeh, peralatan yang dibutuhkan adalah:
1. HAPE (hehehe..)
2. Konektor (kabel data, irda, blutut, card reader) –> pinjem aja
3. Komputer atawa Laptop.
4. Software Sonic Foundry Sound Forge Full Crack. (aku make versi 6.0).
5. Makanan dan minuman ringan secukupnya.

Okeh, persiapkan dulu semuanya, yang agak susah paling cari software-nya aja, cari di rental CD terdekat, plus minta cracknya. Disini kita butuh 2 crack, yaitu untuk softwarenya sendiri yang menghasilkan serial number, yang satunya untuk crack fasilitas mp3-nya. kalo nggak di crack, kita cuma bisa bikin file mp3 sebanyak 20 kali aja. Kalo susah dapet cracknya, japri saya aja.

Udah dapet semuanya? sip, install dulu, trus siapkan file mp3 yang mau di kompres kedalam satu folder, bukan kenapa2.. Biar gampang organisirnya aja. Trus buka Sound Forge-nya. Setelah terbuka, klik Open untuk membuka file mp3 yang akan kita kompres. Setelah terbuka akan tampil semacam grafik wave (aku ga tau namanya). Nah setelah itu klik File -> Save As..

Klik Tombol Custom, lalu dibagian Encode Setting pilih bitrate yang anda inginkan. Biasanya saya make 56 KBits/Sec. Oh iya, Anda bisa menambahkan title, album, artist dan segala macem dibagian ID3 Setting. Kalo udah klik OK. Sekarang tentukan Save In anda.. maksudnya file itu mau disimpen dimana.. ehm, biar gampang masukin ke folder baru aja.. (misal mp3-kompress). Trus klik Save dengen mantab dan semangat… Tunggu bentar, dan jreengggg… file mp3 dengan ukuran lebih kecil sudah jadi buat Anda.. Sebagai contoh saya kompres file mp3 segede 4,40 mb, dengan bitrate 56 KBits/sec berubah jadi 1,54 mb.

Sekarang tinggal konekkan hape atau MMC anda ke komputer, trus pindahin aja ke hape.. Lalu denga Ultra MP3 anda scan file mp3 anda, dan jreengg file mp3 tadi udah tampil di playlist..
Teknologi 3G: Ketahuilah Sebelum Merasakannya
Pemenang tender frekuensi 3G telah ditentukan, genderang perang promosi, harga, dan service telah mulai disiapkan oleh para pemainnya. Namun, sebelumnya Anda harus mengetahui lebih detail mengenai teknologi 3G ini dan apa untungnya bagi Anda.

Anda yang mengikuti berita-berita terkini seputar teknologi mobile network dan telekomunikasi telah mengetahui bahwa era 3G sebentar lagi akan merambah ke Indonesia lewat para pemenang tender frekuensi. Modal yang dikeluarkan untuk mendapatkan izin penggunaan frekuensinya pun terbilang cukup besar. Artinya, para pemain tersebut memang serius ingin berinvestasi dan mengembangkan teknologi ini di Indonesia.

Namun bagi sebagian besar masyarakat, tidak luput juga para pecinta komputer dan perangkat mobile, masih bertanya-tanya sebenarnya apa sih teknologi 3G itu? Apa butuhnya teknologi ini untuk kita? Bisa apa sih teknologi ini untuk memenuhi kebutuhan kita? Mungkin sebagian besar ada yang sudah tahu konsepnya secara dasar, tetapi belum mengenal lebih detail tentang teknologi komunikasi mobile masa depan yang satu ini. Bagaimana teknologi ini bekerja memudahkan Anda? Bagaimana teknisnya, apa bedanya dengan teknologi yang sekarang ada, dan banyak lagi.

Apakah mungkin teknologi yang belum dikenal banyak orang ini bisa dijual laku bak kacang goreng di pasaran? Apa mungkin masyarakat akan melakukan investasi perangkat ponsel berkemampuan 3G padahal mereka belum mengetahui manfaatnya?

Memang masalah itu merupakan tanggung jawab dari para pemainnya untuk mengedukasi masyarakat penggunanya, namun apa salahnya jika Anda sebagai calon pengguna nanti, mengedukasi diri Anda sendiri untuk menerima teknologi yang satu ini. Teknologi ini tentu sangat “worthed” untuk diketahui, apalagi digunakan. Sebab teknologi ini memang merupakan sebuah langkah awal yang besar untuk menuju ke dunia komunikasi yang lebih luas dan bebas lagi.

Bayangkan hanya dengan membawa sebuah ponsel saja Anda dapat melakukan presentasi bisnis di manapun Anda suka dengan menggunakan overhead projector. Atau melakukan video converence dengan kantor pusat Anda dengan video yang ditampilkan di TV plasma Anda hanya dengan menggunakan bantuan sebuah ponsel atau PDA. Atau menonton film seri kesayangan yang Anda beli dari Internet di ponsel Anda? Jika sudah sampai pada tahap itu, maka gaya hidup, gaya bekerja, dan gaya bergaul dari masyarakat akan mengalami perubahan yang cukup drastis.

Sebelum tiba saatnya Anda merasakan kemudahan itu, ada baiknya untuk mengenal lebih jauh apa sih sebenarnya teknologi 3G ini? Memang ini bukan merupakan topik yang baru karena teknologi ini memang sudah cukup banyak dibahas diberbagai media, namun tidak ada salahnya untuk didalami dan dikenali lagi baik dari segi teknis, sejarah, maupun segi pengaplikasiannya nanti.

Apakah Teknologi 3G?
Teknologi komunikasi 3G sebenarnya merupakan sebuah teknologi komunikasi mobile yang mampu menyatukan dan mengonvergensikan semua jenis komunikasi yang saat ini banyak digunakan masyarakat banyak. Orang-orang masa kini berkomunikasi, khususnya berkomunikasi jarak jauh, dilakukan dengan berbagai cara dan media.

Jika dulu hanya menggunakan teks atau tulisan saja, kemudian berkembang menggunakan suara dan gambar sederhana. Setelah itu berkembang menjadi gabungan antara gambar suara dan teks. Kini masyarakat sedang menunggu untuk dapat berkomunikasi dengan semua unsur itu, ditambah dengan unsur gambar bergerak atau video. Teknologi 3G nantinya akan mengakomodasi semua jenis komunikasi tersebut, menyatukannya, dan menghantarkannya sampai ke hadapan Anda.

Mungkin banyak juga teknologi lain yang dapat melakukan semua itu saat ini, apa yang membuat 3G begitu spesial? Tentu saja 3G menjadi spesial karena semua itu dihantarkan untuk Anda dengan menggunakan media telekomunikasi radio mobile. Media ini membuat Anda dapat melakukan komunikasi teks, suara, dan video hampir dari mana saja dan dalam keadaan bergerak pula. Tentu teknologi ini menjadi sangat spesial.

Teknologi Thirth Generation ini sebenarnya merupakan perkembangan dari generasi-generasi sebelumnya dari teknologi telekomunikasi radio mobile. Perkembangan 3G terasa cukup signifikan dari teknologi sebelumnya karena 3G memiliki kemampuan membawa unsur data yang berkali-kali lipat lebih besar dari teknologi sebelumnya. Meskipun belum cukup besar untuk membuat Anda kagum, namun teknologi ini merupakan awal yang baik bagi perubahan cara berkomunikasi selanjutnya.

Perkembangan Komunikasi Mobile Sebelum 3G
Sebelum Anda menilik lebih jauh mengenai teknologi 3G, ada baiknya terlebih dahulu meninjau kembali sejarah perkembangan teknologi komunikasi mobile. Teknologi-teknologi yang menjadi cikal-bakal, yang sudah hilang dari pasaran, yang berubah fungsinya, dan yang masih digunakan sampai sekarang perlu Anda ketahui juga untuk sampai pada konsep dasar teknologi 3G. Perjalanan sejarah dari perkembangan teknologi ini diberi istilah-istilah dengan menggunakan kata “Generasi”. Kalau ada generasi ketiga, pasti ada generasi pertama dan keduanya. Berikut ini akan disinggung sedikit mengenai generasi-generasi pendahulu dari teknologi 3G:

1G (Generasi Pertama)
Teknologi komunikasi selular dan mobile generasi pertama (1G) bukan merupakan awal dari semua jenis komunikasi bergerak yang saat ini ada, karena sebenarnya sebelum ini masih ada generasi 0 (0G) dan generasi 0.5 (0.5G). Generasi 0 atau 0G sering disebut dengan istilah generasi Mobile Radio Telephone merupakan awal dari berkembangnya teknologi teleponi mobile saat ini. Mobile Radio Telephone itu sendiri merupakan perkembangan dari teleponi dengan menggunakan sinyal radio (Radio Telephone).

Teknologi yang ada pada waktu generasi 0 ini adalah termasuk teknologi PTT (Push To Talk), MTS (Mobile Telphone System), IMTS (Improved Mobile Telphone System), dan AMTS (Advanced Mobile Telphone System). Biasanya telepon 0G ini berada di dalam mobil atau truk. Namun, lama kelamaan berkembang menjadi bermodel seperti tas koper yang dapat dibawa-bawa.

Begitu juga dengan generasi 0.5, masih sama seperti generasi sebelumnya, namun mulai berkembang teknologi-teknologi yang lebih nyaman untuk digunakan seperti misalnya Autotel/PALM dan AutoRadioPuhelin (ARP). Semua teknologi 0G dan 0.5G berkembang pada era 60 hingga akhir era tahun 70-an.

Setelah mengalami perkembangan yang terus menerus sampailah era generasi pertama (1G). Generasi telepon mobile pertama ini merupakan telepon analog pertama yang dikombinasikan dengan teknologi mobile sehingga bisa dibawa ke mana-mana. Teknologi-teknologi yang berkembang pada saat itu adalah sebagai berikut:

- Advance Mobile Phone Service (AMPS)
AMPS, mungkin sebagian dari Anda ada yang pernah mendengarnya. Memang benar AMPS memang cukup “ngetren” di era tahun 80-an. Era ini merupakan awal dari masuknya telepon mobile ke Indonesia. Dengan perangkat yang cukup besar dan minim akan fasilitas, telepon AMPS pada waktu itu dibanderoli dengan harga hingga belasan juta rupiah. Namun, lama kelamaan telepon jenis AMPS ini hilang digantikan oleh teknologi yang lebih baru dan canggih.

Teknologi AMPS ditemukan dan berkembang di Amerika serikat pada era tahun 70-an akhir. Kemudian teknologi ini meluas penggunaannya ke Jepang maupun di Amerika sendiri pada awal tahun 80-an. Frekuensi yang digunakan oleh sistem AMPS ini adalah 800 MHz. Hingga kini teknologi AMPS masih digunakan untuk berbagai keperluan di Amerika maupun di seluruh dunia, hanya saja tidak setenar teknologi GSM atau CDMA.

- Nordic Mobile Telephone (NMT)
Sesuai dengan namanya yang berbau Eropa, teknologi ini memang digunakan di sekitar negara Swedia, Norwegia, Denmark, dan Finlandia.
Kali pertama diluncurkan pada tahun 1981 dengan menggunakan frekuensi 450 MHz. Namun, belakangan dikembangkan dan menggunakan frekuensi yang lebih tinggi, yaitu 900 MHz. Dan sekarang teknologi ini sudah tidak digunakan sama sekali.

Total Access Communication System (TACS)
Teknologi komunikasi mobile ini dikembangkan oleh negara Inggris pada awal tahun 80-an. Kemudian digunakan secara luas pada tahun 1985 di Eropa. Teknologi TACS mendapat julukan sebagai “European version of AMPS”, karena teknisnya yang memang mirip dengan AMPS yang berkembang di Amerika.

Selain dari yang disebutkan di atas, masih banyak teknologi 1G yang ada pada era tahun 80-an. Namun, perkembangannya tidak begitu meluas seperti yang telah dijabarkan di atas.

2G (Generasi Kedua)
Teknologi komunikasi mobile generasi kedua (2G) berkembang dan meluas penggunaannya pada era tahun 90-an, di mana system digital mulai booming dan digunakan di berbagai aspek teknologi menggantikan system analog. Teknologi 2G merupakan teknologi teleponi mobile yang menggunakan system digital, bukan lagi sistem analog seperti 1G. Bukan hanya booming di era 90-an, teknologi generasi kedua ini masih tetap bertahan sampai sekarang penggunaannya, meskipun tidak booming seperti dulu lagi.

Teknologi komunikasi mobile yang dipadukan dengan teknologi digital tentu akan menambah banyak fasilitas, fitur, dan kemudahan bagi para penggunanya. Dengan teknologi digital, dampak yang paling dominan dari pembaruan ini adalah kapasitas yang lebih besar pada sebuah perangkat radio karena teknologi kompresi suara mulai bisa diterapkan disini.

Selain itu, jaringan dengan konsep”Intelligent Network” dapat diterapkan di sini. Maksud dari jaringan Intelligent Network adalah jaringan yang dapat lebih diprediksi, lebih sulit untuk dimanipulasi dan dicurangi, dan lebih kebal terhadap gangguan. Tidak hanya itu saja, banyak servis baru yang dapat ditambahkan pada komunikasi mobile ini. Contoh yang paling umum dilihat adalah MMS (Multimedia Messaging Service) dan kemampuan tekoneksi ke Internet dengan GPRS. Penambahan fitur-fitur baru yang banyak berhubungan dengan data dan sistem packet switching merupakan era baru bagi dunia komunikasi mobile. Era ini juga sering disebut dengan era 2.5G.

Teknologi-teknologi yang termasuk dalam kategori teknologi 2G adalah sebagai berikut:

- IS-54/IS-136 North America D-AMPS/TDMA dan PDC
Kedua teknologi 2G ini dapat digolongkan sejenis karena memiliki karakteristik yang hampir mirip satu dengan yang lainnya. Pada kedua teknologi ini, semua percakapan yang masuk ke dalamnya dikodekan menjadi aliran sinyal-sinyal digital yang lebih mudah diatur dan diprediksi. Di dalam aliran digital ini percakapan yang berbentuk bit-bit biner ini dapat di kompresi sehingga menjadi lebih efi sien dari segi kapasitasnya.

Selain itu, bit-bit digital ini juga sangat mungkin untuk dilengkapi dengan mekanisme error correction dan error protection. Tinggal tambahkan saja beberapa bit untuk keperluan itu di dalam aliran datanya, maka mekanisme ini akan menjaga sinyal digital menjadi lebih presisi.

TDMA merupakan kependekan dari Time Division Multiple Access. Teknologi ini bekerja dengan cara membagi-bagi alokasi frekuensi radio berdasarkan satuan waktu. Dalam satu channel radio, teknologi TDMA dapat melayani tiga sesi peneleponan sekaligus dengan melakukan pengulangan pada irisan-irisan satuan waktu. Atau dengan kata lain sebuah channel frekuensi dapat melayani tiga sesi peneleponan pada jeda-jeda waktu yang berbeda, namun berpola dan kontinyu. Dengan merangkai seluruh potongan waktu tersebut, maka terjadilah sebuah sesi komunikasi.

PDC atau Personal Digital Cellular juga memiliki cara kerja yang relatif sama dengan TDMA, namun yang membedakannya hanyalah area implementasinya. TDMA lebih banyak digunakan di Amerika, sedangkan PDC banyak diimplementasikan di Jepang.

Teknologi TDMA telah berumur 13 tahun sejak ditemukan hingga sekarang (ditemukan 1993), sedangkan PDC berumur 14 tahun (ditemukan 1994). NTT DoCoMo merupakan pengguna teknologi
PDC yang paling besar di Jepang, sedangkan TDMA banyak digunakan oleh perusahaan telekomunikasi selular ATT wireless dan Cingular di Amerika.

- iDEN
iDEN sebenarnya merupakan teknologi proprietary atau teknologi yang hanya digunakan di perangkat dengan merk tertentu. Teknologi ini merupakan milik perusahaan teknologi komunikasi terbesar di Amerika, Motorola. Namun, perusahaan Nextel-lah yang membuat teknologi ini populer dan banyak digunakan masyarakat.

Teknologi ini juga berbasiskan teknologi TDMA dengan arsitektur GSM. Teknologi ini bekerja pada frekuensi 800 MHz dan kebanyakan digunakan untuk aplikasi Private Mobile Radio (PMR), yaitu teknologi radio-radio yang ada pada taksi dan perangkat bergerak lainnya. Perkembangan dari teknologi ini adalah “Push-to-Talk” yang sangat populer dan masih banyak digunakan hingga sekarang.

- DECT dan PHS
Kedua teknologi ini juga masih berbasiskan teknologi TDMA. Merkipun secara teknis dan lokasi penggunaannya berbeda, namun kedua teknologi ini memiliki kesamaan dalam hal aplikasinya, yaitu sebagai penyedia komunikasi mobile dengan area yang terbatas dan tidak terlalu besar.

Teknologi DECT atau Digital European Cordless Telephone merupakan teknologi yang memang sengaja difokuskan untuk keperluan bisnis dengan skala enterprise, bukan skala servis provider yang mela yani pengguna dalam jumlah yang sangat ekstrim banyaknya.

Contoh dari aplikasi teknologi ini adalah wireless PBX, interkom antartelepon wireless, dan banyak lagi. Alasannya teknologi ini hanya digunakan dalam range sedemikian kecil karena ukuran sell radionya yang juga memang tidak terlalu besar. Tentunya dengan kondisi seperti ini sinyal radio dari teknologi DECT ini akan terbatas jarak coverage-nya.

Meskipun demikian, DECT membagi channel-channel frekuensinya dengan cukup lebar, yaitu sekitar 32 Kbps per channel. Pengalokasian bandwidth frekuensi yang lebar ini membuat kualitas suara atau bahkan data dalam format standar ISDN menjadi lebih bersih, reliabel, dan berkualitas tinggi.

PHS atau Personal Handiphone Service merupakan teknologi yang dikembangkan dan diimplementasikan di Jepang. Teknologi ini tidak berbeda jauh dari DECT yang juga mengalokasikan 32 Kbps channel-nya untuk menjaga kualitasnya. Area coverage-nya juga tidah terlalu jauh karena teknologi ini memang difokuskan untuk kepentingan di dalam lingkungan populasi tinggi. Biasanya teknologi PHS menempatkan BTS-BTS-nya di lokasi sekitar area keramaian, seperti mall, perkantoran, booth telepon, dan banyak lagi. Teknologi ini merupakan teknologi andalan di Jepang, dan baru mulai diimplementasi di negara China.

- IS-95 CDMA (cdmaOne)
CDMAone merupakan teknologi yang berbeda bentuk dari teknologi-teknologi 2G yang sebelumnya telah dijelaskan di atas. Sesuai dengan namanya, CDMAone memanfaatkan keuntungan dari teknologi Code Division Multiple Access. Teknologi ini meningkatkan kapasitas sesi peneleponan dengan menggunakan sebuah metode pengodean yang unik untuk setiap kanal frekuensi yang digunakannya. Dengan adanya sistem pengodean ini, maka ma sing-masing sesi dapat diatur lagi lalu-lintas dan alokasi waktunya.

Teknologi yang ditemukan di Amerika ini dibukukan menjadi sebuah standar telekomunikasi mobile pada tahun 1993. Frekuensi yang digunakan pada teknologi ini adalah 800 MHz. Namun, ada juga variannya yang dapat berjalan di frekuensi 1900 MHz. Penggunaan teknologi ini kali pertama dilangsungkan di Hong Kong pada tahu 1994 dan mendapatkan sukses yang besar di Korea. Di negeri asalnya sendiri pun, teknologi ini masih dipakai oleh kedua provider telekomunikasi terbesar di sana, yaitu Sprint dan Verizon.

- GSM
Asal mula kepanjangan dari GSM sebenarnya adalah Groupe Special Mobile, namun seiring dengan perkembangannya diganti menjadi Global System for Mobile. Teknologi ini diawali oleh penelitian dan percobaan-percobaan dari tahun 1982 oleh para peneliti dari negara di sekitar Eropa. Tujuannya adalah untuk membuat sebuah link komunikasi yang reliabel dan memiliki kemampuan roaming yang hebat untuk digunakan di seluruh antero Eropa.

Kemudian teknologi GSM ini distandardisasikan di bawah badan standardisasi Europe Telecommunications Standards Institute (ETSI). Setelah itu, teknologi ini dilaunch pada tahun 1991. Penggunaannya masih sangat populer dan dominan hingga sekarang.

Teknologi GSM menggunakan system TDMA dengan alokasi kurang lebih sekitar delapan pengguna di dalam satu channel frekuensi sebesar 200 KHz, per satuan waktu tentunya. Frekuensi yang digunakan pada saat awalnya adalah 900 MHz, namun pada perkembangannya frekuensi 1800 dan juga 1900 MHz juga dapat digunakan.

GSM merupakan teknologi mobile communication yang paling dominan di dunia untuk saat ini. Pemakaian teknologi ini jumlahnya diperkirakan hingga 70% dari total pemakaian komunikasi mobile bergerak di dunia. Penggunaannya yang terbesar adalah di Eropa (55%) dan Asia (33%) Sebabnya adalah interface yang lebih bagi para provider maupun para penggunanya.

Selain itu, kemampuan roaming antarsesama provider juga menambah populernya teknologi ini, karena hal ini memungkinkan Anda untuk bergerak dengan lebih bebas lagi.

Bagaimana dengan Teknologi 3G?
Teknologi telekomunikasi radio 3G pun tidak berbeda dengan teknologi-teknologi yang telah disebutkan di atas. Di dalam era 3G ini banyak juga standardisasi teknis yang beredar untuk mendukungnya. Namun sebenarnya, standardisasi internasional untuk 3G telah dibentuk oleh lembaga standardisasi internasional ITU (International Telecommunications nion).

Standar baku yang satu ini diberi nama IMT-2000. Namun pada praktisnya, pengguna teknologi 3G tidak menggunakan standardisasi tersebut, karena mereka memilih untuk menggunakan teknologi-teknologi yang kini memang sedang berkembang di dunia telekomunikasi. Standar-standar teknis yang termasuk dalam kategori teknologi 3G yang ada di dunia saat ini adalah sebagai berikut:
- W-CDMA
- CDMA2000
- TD-CDMA/TD-SCDMA
- DECT
- UWC-136 (EDGE)

Pembahasan mengenai teknis dari masing-masing standar ini, bisa apa teknologi ini untuk mendukung 3G dan siapa saja yang sudah menggunakan teknologi ini, akan dibahas pada edisi selanjutnya.

3G untuk Semua
Setelah Anda mengetahui apa sih 3G itu sebenarnya, apakah pikiran Anda melayang-layang memikirkan bagaimana aplikasi-aplikasi 3G berikutnya? Bagaimana nyamannya Anda berkomunikasi nantinya jika teknologi ini sudah umum digunakan? Jika Anda juga memikirkan hal yang sama, Anda adalah salah satu orang yang tidak sabar untuk menyambut fitur ini dalam ponsel Anda.

Bayangkan Internet berkecepatan tinggi di ponsel Anda, atau menonton video streaming menggunakan ponsel, atau menelepon interlokal menggunakan jasa VoIP yang jauh lebih murah? Semua itu akan Anda dapatkan jika teknologi 3G sudah diimplementasikan dengan baik oleh para penyedia jasa telekomunikasi.

Namun sayangnya, perangkat ponsel yang mendukung teknologi ini juga belum banyak. Selain itu, sistem pembayaran dan tarif dari koneksi 3G ini juga belum kita ketahui bersama. Jika sudah tersedia semua pun, pasti servis ini masih cukup mahal untuk Anda gunakan. Untuk itu, selagi menunggu datangnya teknologi ini ke hadapan Anda, pelajarilah dengan cermat. Telitilah sebelum membeli, pasti tidak ada ruginya. [red]

Senin, 19 Oktober 2009

cara menginstal deepfreeze

Kata Pengantar
Tujuan dari cara menginstall & pemakaian Deep Freeze ini adalah mempermudah pengguna bagi yang awam maupun yang sudah mahir. Dan disediakan sebagai referensi untuk pertanyaan- pertanyaan umum yang sering ditanyakan ketika menginstall dan menggunakan software ini.

Sumber Panduan Deep Freeze
Panduan untuk pengguna, tutorial video, dan dokumentasi lainnya pada Deep Freeze Standard tersedia pada: www.faronics.com/library.

Apa Itu Deep Freeze?
Deep Freeze ialah sebuah software yang mencegah perubahan permanen apapun yang dilakukan pada PC anda. Deep Freeze mempunyai dua mode: Froozen dan Thawed. Ketika Deep Freeze dalam mode Froozen, perubahan apapun yang telah dilakukan pada PC akan dilupakan ketika PC di-restart. Ketika Deep Freeze dalam mode Thawed, perubahan apapun yang telah dilakukan pada PC akan dipertahankan ketika PC di-restart. Saat membuat perubahan pada PC, seperti meng-install software atau melakukan update, computer harus dalam keadaan mode Thawed. Reboot/restart dilakukan jika ada perubahan pada PC anda. Misalnya, anda mau meng-install software atau meng-update software(misal: Anti Virus) panggil Deep Freeze pilih dalam mode Boot Thawed lalu restart setelah restart PC berada dalam mode Thawed dan anda bisa meng-install software yang dibutuhkan, setelah selesai panggil Deep Freeze, pilih mode Boot Frozen lalu restart kembali. PC anda akan kembali dalam mode Frozen.

Deep Freeze Membutuhkan…
Deep Freeze membutuhkan minimal Windows 95/98/Me/2000/Xp dan 10% ruang Hard Disk. Untuk hardware sama seperti yang direkomendasikan pada Sistem Operasi masing-masing Windows.

Meng-install Deep Freeze Standard
Ketika akan menginstall Deep Freeze, tutup dan matikan semua software yang berjalan pada background dan software Anti Virus. Lengkapi langkah-langkah berikut dalam meng-install Deep Freeze Standard:
1. Dobel klik file DeepFreezeSTDEval.exe untuk memulai proses installasi. Installasi Deep Freeze Standard akan menampilkan menu.
2. Pilih drive mana yang mau di-Freeze (saran: sebaiknya hanya pada Drive C), klik Install untuk memulai meng-installasi. Ikuti langkah-langkah yang muncul. Baca dan terima persetujuan lisensi. Pada akhir peng-installan, PC akan reboot/restart. Setelah reboot Deep Freeze sudah di-install.
3. Sesudah reboot, sebuah pesan pengisian Password akan muncul. Pesan ini mengijinkan anda memasukkan kata kunci atau bahasa kerennya password untuk Deep Freeze. Pesan ini akan muncul selama 10 detik. Jika anda tidak memasukkan password sebelum pesannya menghilang, anda bisa mengaturnya nanti alias masukin kata passwordnya nanti aje.

Meng-uninstall Deep Freeze Standard
Pilihan untuk uninstall DeepFreeze hanya tersedia jika DeepFreeze sudah di-install pada PC anda atau pada jaringan. DeepFreeze harus dalam keadaan mode Thawed untuk melakukan uninstall. Untuk meng-uninstall Deep Freeze, seperti biasa lengkapi langkah-langkah berikut:
1. Dobel klik pada file DeepFreezeSTDEval.exe
2. Pilih Uninstall.

Pemakaian DeepFreeze
Ketika dalam keadaan Froozen, ikon muncul dengan ikon beruang di System Tray (pojok kanan bawah dekat jam) setelah installasi. Mengindikasikan Sistem pada PC di lindungi oleh Deep Freeze.

Ketika dalam keadaan Thawed, ikon dengan tanda silang pada ikon beruang muncul di System Tray (pojok kanan bawah dekat jam) setelah installasi. Mengindikasikan Sistem pada PC tidak di lindungi oleh Deep Freeze.

Untuk mencobanya kehebatan dari Deep Freeze, coba anda menghapus atau merubah toolbar, mengganti gambar pada desktop, atau yang lebih mahir mengubah registry. Semua perubahan akan hilang ketika PC di-restart, dengan catatan Deep Freeze dalam keadaan mode Frozen.

Mengakses/memanggil dialog pengendalian Deep Freeze
Untuk mengakses dialog pengendalian DeepFreeze dengan menekan tombol kombinasi:
Tekan CTRL + SHIFT + ALT + F6 . Lalu dialog Password Deep Freeze muncul. Masukkan password anda (Anda bisa memasukkan password jika diawal peng-installan belum memasukkan password,dengan cara setelah muncul pesan dialog pengendalian DeepFreeze tekan ENTER pilih tab Password masukkan Password anda pada kolom Password, masukan kembali Password anda pada kolom Confirm Password, klik OK. Ingat jangan lupa / salah memasukkan Password)

setting kabel mode straight

Kali ini kita akan langsung fokus terutama pada kabel CAT5 karena tipe kabel ini paling populer saat ini. Di bagian bawah Anda juga akan mendapatkan informasi mengenai kabel klasik yang digunakan untuk kabel telepon (CAT1) juga.

Bagi yang pengen belajarjaringan, sangat penting bagi Anda untuk tahu bagaimana sebenarnya cara tepat untuk membuat koneksi kabel UTP karena inilah bagian dasar jaringan yang akan membantu anda menghindari frustrasi berjam-jam dan pemecahan masalah jika memulai dengan benar. Di sisi lain, jika Anda dihadapkan pada jaringan dengan kabel yang buruk, maka Anda akan dapat menemukan masalah dan memperbaikinya sehingga lebih efisien.

Mengetahui setting kabel UTP
Mari kita lihat bagaimana UTP kabel dibuat.
Ada 2 skema kabel populer yang kebanyakan digunakan saat ini, yakni: T-568A dan T-568B. Satu hal yang membedakan kedua skema ini adalah kode warna pasangan 2 dan 3 akan diposisikan silang. Keduanya bekerja dengan baik, selama Anda tidak mencampuradukkan aturan masing-masing.

Ujung kabel UTP dibuat dengan memasangkan konektor dengan bantuan tang UTP dan atau Crimping Tool.
Konektor/steker UTP seringkali disebut sebagai “RJ-45″, tetapi sebenarnya istilah tersebut ditujukan untuk konektor 8 pin yang dipasangi pinout USOC untuk telepon. Konektor pada ujung kabel disebut sebagai “plug” dan tempat stopkontak/tempat menancapkan plut disebut sebagai “jack.”

cable utp straight2 300x215 Panduan Setting Kabel UTP dengan Mode StraightSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, UTP memiliki 4 pasang kabel yang dibuat saling melilit. sekarang mari kita lihat pasangan kabel terbut untuk melihat kode warna yang mereka miliki:

Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di sebelah kiri, 4 pasangan yang berlabel.
Pasangan 2 dan 3 biasa digunakan untuk jaringan 10/100Mbit, sedangkan pasangan 1 dan 4 are tidak dipakai. Dalam Gigabit Ethernet, keempat pasangan ini digunakan.

Ethernet umumnya menggunakan jalur 8-kabel konduktor dengan plug dan jack 8-pin. Konektor standar disebut “RJ-45″ mirip seperti konektor RJ-11 standar telepon, cuma agak sedikit lebih lebar karena memuat pin yang lebih banyak.

Catatan: Perlu diketahui bahwa skema pengkabelan yang akan kita bicarakan di sini adalah tentang kabel straight. Setting Kabel Cross dibahas di halaman yang berbeda. Temukan ulasan tersebut di sini. Temukan juga panduan perkembangan kabel UTP di sini

Kedelapan-kabel konduktor data berisi 4 pasang kawat. Setiap pasang terdiri dari satu kabel dengan warna penuh dan satu kabel strip putih dari corak warna yang sama. kedua kabel dililitkan bersama. Untuk menjaga ketahanan Ethernet, Anda tidak perlu mengupas lebih dari yang dibutuhkan (cukup sekitar 1 cm).

Pasangan yang ditujukan untuk Ethernet 10 dan 100 Mbit adalah Orange dan Hijau. Dua pasangan yang lain, Coklat dan Biru, dapat digunakan untuk jaringan Ethernet kedua atau untuk sambungan telepon. Ada dua standar kabel UTP, yang pertama disebut “T568A” (juga disebut “EIA”) dan “T568B” (juga disebut “AT & T” dan “258A”). Keduanya hanya berbeda dalam urutan kode warna- yakni, penempatan warna apa di pin yang mana, bukan pada sinyal listrik apa pada warna apa.

T-568A dianggap menjadi standar instalasi yang baru, sedangkan T-568B merupakan alternatif yang juga banyak digunakan. Sekedar informasi, perlu diketahui bahwa perlatan yang siap digunakan pada umunya disetting untuk tipe T568B. T568B juga merupakan standar AT&T. Bahkan, menurut saya sangat sedikit orang yang menggunakan kawat T568A pada jaringan mereka. Informasi ini penting agar sistem pengkabelan tidak tercampur, karena Anda dan peralatan Anda bisa dibuat bingung karenanya :)

Penempatan pin untuk skema T568B

Perlu diketahui bahwa nomor pin ganjil selalu berwarna strip putih diikuti warna utama (1,3,5,7). Kabel yang dihubungkan ke Konektor RJ-45 dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini:

cable utp straight1 300x117 Panduan Setting Kabel UTP dengan Mode Straight

Kode Warna untuk T568B
Warna Pin - nama pasangan
1 putih-orange (pasangan 2) TxData +
2 orange (pasangan 2) …….. TxData –
3 putih-hijau (Pasangan 3) .. RecvData +
4 biru (pasangan 1)
5 putih-biru (pasangan 1)
6 hijau (Pasangan 3) ……….. RecvData -
7 putih-coklat (pasangan 4)
8 coklat (pasangan 4)

Jack yang ditempelkan pada tembok mungkin disambungkan dalam urutan yang berbeda karena kabel seringkali dibuat cross-over dalam jack itu sendiri. Jack yang baik biasanya dilengkapi dengan diagram pengkabelan atau setidaknya urutan nomor pin. Perhatikan bahwa pasangan biru berada di tengah-tengah pin; pasangan ini menjelaskan posisi pasangan merah/hijau pasangan yang dapat digunakan untuk saluran telepon biasa dengan konektor RJ-11.
(hijau=putih-biru;merah=biru)

Penempatan pin untuk skema T568A

Spesifikasi T568A membalik posisi kabel berwarna orange dan hijau sehingga pasangan 1 dan 2 berada di 4 pin tengah. (Perlu diketahui bahwa dalam konektor RJ-11 di atas, pasangan 1 dan 2 berada di 4 pin tengah) T568A berjalan:

cable utp straight0 300x117 Panduan Setting Kabel UTP dengan Mode Straight

Kode Warna untukT568A
Warna Pin - nama pasangan
1 putih-hijau (Pasangan 3) .. RecvData +
2 hijau (Pasangan 3) ………. RecvData -
3 putih-orange (pasangan 2) TxData +
4 biru (pasangan 1)
5 putih-biru (pasangan 1)
6 jeruk (pasangan 2) ……… TxData –
7 putih-coklat (pasangan 4)
8 coklat (pasangan 4)

Diagram di bawah ini menunjukkan perbandingan antara 568A dan 568B:

cable utp straight3 300x220 Panduan Setting Kabel UTP dengan Mode Straight

Kapan dan dimana tipe kabel ini digunakan?

Penggunaan kabel straight yang paling umum adalah sambungan antara PC dan hub/switch. Dalam hal ini PC terhubung langsung ke hub/switch yang otomatis membuat cross-over secara internal dengan menggunakan sirkuit khusus. Dalam kasus penggunaan kabel CAT1, yang biasa digunakan pada saluran telepon, hanya 2 kawat yang digunakan. Koneksi tipe ini tidak memerlukan cross-over khusus karena telepon terhubung langsung ke soket telepon.

cable utp straight4 Panduan Setting Kabel UTP dengan Mode Straight

Gambar di atas menunjukkan kepada kita standar CAT5 straight yang biasa digunakan untuk menghubungkan PC ke HUB. Anda mungkin sedikit bingung karena Anda mungkin beranggapan data TX + dari satu sisi untuk tersambung ke TX + di sisi lainnya, namun bukan begitu cara kerjanya.

Bila Anda menghubungkan PC ke HUB, HUB yang akan secara otomatis menyilang kabel Anda dengan sirkuit internal, alhasil Pin 1 dari PC (TX +) dihubungkan ke Pin 1 HUB (yang terhubung ke RX +). Hal ini juga berlaku pada pin yang lain.

Jika tidak HUB tidak menyilang posisi pin melalui sirkuit internal (hal ini terjadi jika Anda menggunakan Uplink port pada hub) maka Pin 1 dari PC (TX +) akan terhubung ke Pin 1 HUB (dalam hal ini TX +). Jadi Anda cermati bahwa tidak peduli apapun yang kita lakukan pada port HUB (uplink atau normal), sinyal ditetapkan pada 8 pin pada PC, akan selalu tetap sama, maka setting pin di HUB yang akan berubah sesuai dengan posisi normal atau uplink.

pasang kabel utp sendiri

Semua pasti tahu kan kalo yang namanya wired network kalo gak bener kabel ke konektor RJ-45 nya bisa-bisa network gak bakalan jalan. Belum lagi RJ-45 yang cuman sekali pake kalo salah pasang atau kurang pas pemasangan gak bisa dibenerin dan dipake lagi.
Sebener nya pemasangan nya mudah banget tapi ternyata gak semua orang tau gimana cara memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan benar dan bahkan lebih banyak lagi yang gak tau apa alasan kabel UTP harus dipasang seperti itu.


Seperti biasa bakalan rame dengan gambar jadi sabar aja buka nya ya :D .
Alat dan bahan yang diperlukan

Kabel UTP

Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 - 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini kegunaan dari kabel kategori 1 - 7 diambil dari wikipedia.

  • cat 1: sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.
  • cat 2: dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps
  • cat 3: dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps
  • cat 4: Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.
  • cat 5: Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.
  • cat 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network.
  • cat 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e
  • cat 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps
  • cat 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.

Berikut ini contoh gambar kabel UTP yang sudah dipasang konektor, kabel cat-5e dalam keadaan terkupas dan kabel cat-6.

RJ-45 Connector

Setelah anda tahu jenis-jenis kabel sekarang konektor RJ-45 biar gak pusing ini gambarnya dan perbedaan nya dengan RJ-11 yang juga sering ditemukan dipasaran.

Gambar RJ-45 dengan 8 pin

Lokasi Pin No 1

Dengan posisi seperti dibawah pin no 1 adalah pin yang paling kiri (dilihat dari posisi anda)

Crimp Tool

Crimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja. Contoh gambarnya seperti ini.

Kabel Tester

Supaya anda yakin bahwa pemasangan kabel ke konektor sudah ok lebih baik kalau anda juga memiliki cable tester seperti berikut ini. Perbedaan diatara dua testerdibawah ini adalah yang satu memakai satu led untuk satu pair sementara yang satu lagi satu led untuk satu kabel. Untuk pemula lebih mudah untuk mempergunakan yang type satu led per kabel karena anda tidak akan dibuat pusing :D . Kemudian tester yang lebih kecil adalah remote cable tester yang dipakai apabila kabel yang di test panjang dan kedua ujung nya tidak berdekatan (misalnya ada diruangan yang berbeda). Cara penggunaannya adalah dengan memasang ujung kabel yang satu ke TX di cable tester yang besar kemudian set auto, kemudian di ujung yang lain kita pasang remote cable tester. Setelah itu anda cukup melihat remote cable tester saja. Apabila menyala berarti kabel terkoneksi dengan baik sementara apabila mati berarti kabel terputus.

Sedikit catatan: hasil test dengan menggunakan kabel tester tidak berarti menunjukan bahwa kabel tersebut bisa berfungsi dengan baik. Jarak maksimum 100meter dari kabel cat-5e kadang apabila di test dengan cable tester akan tetap menghasilkan nilai baik pada jarak lebih dari 100meter sementara ketika dialiri data koneksi terputus karena kabel terlalu panjang.

Tone Generator

Alat yang berikutnya adalah tone generator yang mampu melakukan tracing di posisi mana kabel putus. Sangat berguna apabila anda tidak menginginkan untuk mengganti seluruh kabel ketika ada kerusakan.

Susunan kabel standar menurut warna pada posisi stright dan pada posisi cross

Setelah anda tahu alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan kabel UTP ke RJ-45 soket, sekarang ada istilah dalam stright dan crossover dalam cabling.
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih.
Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.

Susunan kabel berdasar TX dan RX

Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX - di konektor yang satu ke RX - di konektor yang lain.

Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung. Berikut ini contoh posisi kabel dalam kondisi crossover.

Gambar paling kiri adalah posisi warna pada satu sisi dan sisi yang lainnya berdasarkan standar internasional T568A dan T568B. Nomor konektor dihitung dari sebelah kiri dengan kondisi konektor bagian pinnya menghadap kita.

Gambar tengah adalah contoh kabel cross yang sudah jadi dan gambar berikutnya adalah contoh cross over adapter yaitu alat yang bisa membuat stright cable menjadi cross apabila anda tidak ingin merubah konektor dengan cara memotong nya.

Sementara untuk stright cable anda tidak perlu repot memikirkan cross over anda cukup menyamakan posisi kabel di satu sisi dengan sisi lainnya.

Tips untuk memasang Kabel ke Konektor

  1. Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.
  2. Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas)
  3. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Stright atau T568A. Apabila anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.
  4. Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.
  5. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.
  6. Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.
  7. Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.
  8. Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
  9. Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.
  10. Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila anda tidak memiliki LAN tester jangan takut anda cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa anda sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses.
  11. Silahkan di coba dan good luck :)